Skip to main content

Bangun Berkah Properti

Rumah Retak: Retak Finishing atau Struktur? Kenali Tandanya Sebelum Ditambal

Rumah Retak: Retak Finishing atau Struktur? Kenali Tandanya Sebelum Ditambal

Pernah melihat garis retak di dinding lalu bertanya-tanya, “Ini cuma cat atau ada masalah yang lebih serius?” Wajar merasa khawatir, apalagi jika rumah masih baru ditempati.

Perbincangan tentang rumah Tasya Farasya yang diberitakan mengalami retak di sejumlah bagian membuat banyak orang ikut bertanya soal keamanan rumahnya sendiri. Dalam pemberitaan, tim yang ditunjuk untuk memperbaiki rumah tersebut menyatakan sedang mengumpulkan data dan melakukan investigasi struktural. Ini mengingatkan kita bahwa penyebab retak tidak bisa dipastikan hanya dari foto atau cerita. Kondisi setiap bangunan perlu diperiksa satu per satu. (detikProperti)

Retak di rumah belum tentu berbahaya, tetapi jangan langsung diabaikan

Retak pada dinding bisa muncul karena berbagai hal. Ada yang hanya terjadi pada lapisan cat, acian, atau plester. Ada juga yang bisa menjadi tanda bahwa bagian bangunan bergerak atau mengalami tekanan.

Retak halus pada permukaan, misalnya, kadang muncul ketika bahan mengering atau karena perubahan suhu. Namun, jangan hanya melihat tebal-tipis garisnya. Lokasi retak, perubahan ukurannya, dan kondisi bagian rumah di sekitarnya juga perlu diperhatikan. American Concrete Institute menjelaskan bahwa retak pada beton dapat dipicu banyak faktor—mulai dari penyusutan hingga beban, korosi tulangan, dan masalah desain atau pengerjaan. Sebagian hanya memengaruhi tampilan; sebagian lain perlu diperiksa lebih lanjut. (ACI: Cracking in Concrete)

Bedakan kemungkinan retak finishing dan retak struktur

Retak finishing umumnya terlihat pada cat, acian, atau plester. Retak ini mungkin tampak sebagai garis tipis di sekitar kusen, sudut dinding, atau pertemuan dua permukaan. Jika hanya berada di lapisan permukaan dan tidak berubah, masalahnya mungkin terbatas pada finishing. Tetap pantau dulu—terutama jika retak muncul kembali setelah diperbaiki.

Sementara itu, retak pada kolom, balok, fondasi, atau bagian struktur lain sebaiknya diperiksa tenaga ahli. Retak diagonal atau bertangga pada dinding, retak yang makin panjang atau lebar, serta retak yang muncul bersama lantai miring, pintu macet, atau dinding yang terpisah dari kolom juga patut diperhatikan.

Tanda-tanda tersebut belum cukup untuk mendiagnosis penyebabnya. Namun, tanda itu menjadi alasan untuk tidak sekadar menutup retak dengan plamir lalu mengecatnya kembali. Pedoman pemeriksaan berkala bangunan gedung dari Kementerian PUPR juga mencantumkan kondisi seperti fondasi turun atau retak, lantai miring, dan rangka struktur retak sebagai bagian yang perlu diperiksa. (Pedoman Teknis Pemeriksaan Berkala Bangunan Gedung)

Apa yang bisa menyebabkan rumah retak?

Penyebabnya beragam. Bahan yang menyusut saat mengering, pertemuan material yang bergerak berbeda, kebocoran, perubahan beban bangunan, mutu bahan, atau pelaksanaan yang kurang sesuai dapat berperan. Pergerakan tanah dan penurunan fondasi juga bisa menjadi salah satu kemungkinan.

Karena penyebabnya bisa berbeda, jangan buru-buru menyimpulkan retak pasti disebabkan fondasi atau tanah. Tidak adanya soil test saja juga tidak membuktikan itulah penyebab suatu rumah retak. Namun, penyelidikan tanah dapat membantu tenaga ahli memahami kondisi tanah dan menentukan rancangan geoteknik yang sesuai. SNI 8460:2017 menyebutkan bahwa lingkup penyelidikan perlu mempertimbangkan jenis konstruksi, rancangan, lokasi, dan kedalaman fondasi. (Direktorat Jenderal Bina Marga: SNI 8460:2017)

Pilihan fondasi pun tidak bisa ditentukan hanya dengan dugaan. Fondasi dangkal, bore pile, minipile, atau metode lain harus dipertimbangkan berdasarkan beban bangunan dan data tanah oleh tenaga ahli yang kompeten.

Sebelum memulai proyek pembangunan atau renovasi, pahami juga [layanan kontraktor untuk pembangunan dan renovasi di Sumatera Selatan]

Apa yang sebaiknya dilakukan saat menemukan retak?

Jangan langsung menutup retaknya. Foto bagian tersebut dari dekat dan jauh; sertakan penggaris agar ukurannya lebih mudah dibandingkan. Catat tanggal dan lokasinya, lalu periksa kembali apakah retak berubah. Perhatikan juga apakah ada lantai miring, pintu atau jendela yang mendadak macet, rembesan air, atau kerusakan pada kolom dan balok.

Jika retak terus berkembang atau muncul bersama perubahan pada bagian rumah lainnya, minta pemeriksaan insinyur sipil atau tenaga ahli bangunan. Bila ada dinding menggembung, bagian bangunan tampak turun, atau material terlepas, jauhkan penghuni dari area tersebut sambil meminta bantuan profesional.

Perbaikan sebaiknya mengikuti penyebabnya. Retak finishing mungkin memerlukan penanganan finishing, sedangkan retak aktif atau retak pada elemen struktur membutuhkan penilaian berbeda. Menambal tanpa mengetahui penyebab dapat membuat masalah yang sama muncul kembali.

Setelah penyebab kerusakan diketahui, pelajari layanan : jasa renovasi rumah di Palembang.

Ingat: rumah retak belum tentu berbahaya, tetapi retak yang berubah atau disertai tanda lain tidak sebaiknya ditebak-tebak. Dokumentasikan, pantau, dan periksakan sebelum menentukan perbaikannya.

Konsultasi dengan Admin

Ada retak di rumah dan ingin berkonsultasi tentang langkah selanjutnya? Hubungi admin kami melalui WhatsApp:

Kondisi setiap bangunan berbeda. Untuk mengetahui penyebab retak dan menentukan perbaikannya, mintalah pemeriksaan langsung dari tenaga ahli.