Banyak orang bertanya kepada saya, kenapa namanya Bangun Berkah Properti? Jawabannya tidak singkat. Nama itu lahir dari kegelisahan bertahun-tahun, dari rasa putus asa, dan dari satu malam yang tidak pernah saya lupakan di sebuah mess tukang yang jauh dari kota.
Saya Ade Wijaya, sarjana teknik sipil dan pendiri PT Bangun Berkah Properti. Ini kisah saya, sekaligus alasan mengapa kami bertekad menjadi kontraktor amanah di Palembang.
Gelisah di Dunia Proyek
Setelah lulus kuliah, saya bekerja di banyak tempat: perusahaan BUMN, konsultan proyek pemerintahan, sampai kontraktor swasta kecil dan besar. Dari semua pengalaman itu, ada satu hal yang hampir selalu saya temukan: korupsi. Di dunia proyek, praktik itu seperti sudah dianggap lumrah. Tak heran, bahkan para oknum pejabat kita pun yang dicari adalah proyek.
Belum lagi pergaulan di luar jam kerja. Citra “orang proyek” di mata masyarakat sudah banyak yang negatif, dan saya tidak ingin menjadi bagian dari itu.
Sikap ini bukan datang tiba-tiba. Sejak kecil, orang tua saya mengajarkan dan menanamkan kejujuran. Lalu saat kuliah, saya ikut mengaji di organisasi Lembaga Dakwah Kampus. Dari situ saya semakin memahami tujuan hidup, dan semakin yakin bahwa rezeki yang tidak halal tidak akan membawa berkah.
Bagi saya, korupsi sekecil apa pun tetap perbuatan tercela dan dibenci Allah. Tidak ada bedanya orang korupsi dengan orang yang memelihara tuyul. Sama-sama mencuri, sama-sama haram.
Padahal rezeki itu sudah Allah jamin. Mau dicari dengan cara yang halal ataupun yang haram, hasilnya akan tetap sama. Yang membedakan hanyalah keberkahannya. Yang saya inginkan dalam hidup adalah mencari rida-Nya, dan salah satu wasilahnya adalah dengan membangun keberkahan.
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
(QS. Hud: 6)
Sempat Banting Setir ke Gerobak Kuliner
Sejak kecil saya sudah terbiasa hidup susah. Kami tinggal di rumah gubuk kayu beratap daun dan seng, dan saya ikut memelihara ternak. Bahkan sambil kuliah pun saya masih bekerja, mulai dari kuli bangunan, tukang cuci motor, sampai penjaga mainan.
Karena itu, saya tidak pernah bermimpi punya perusahaan. Sejak sekolah, pola pikir yang ditanamkan kepada saya adalah menjadi orang sukses dengan pekerjaan yang bagus dan mapan.
Maka ketika dunia kerja yang saya jalani ternyata penuh korupsi, saya sempat putus asa. Saya berhenti dari dunia proyek dan memilih berjualan dengan gerobak kuliner. Bagi saya, rezeki dari gerobak itu jauh lebih bersih.
Tapi ada yang lebih berat dari itu. Saya tidak sanggup melihat rasa kecewa di wajah orang tua saya. Mereka sudah bersusah payah menyekolahkan saya sampai menjadi sarjana teknik sipil. Akhirnya saya memutuskan kembali, kali ini bekerja di sebuah perusahaan kontraktor swasta kecil.
Belajar Hidup dari Para Tukang
Di proyek itu saya tinggal dan tidur bersama para vendor dan tukang. Saya banyak berbaur dan belajar kehidupan dari mereka. Ternyata banyak sekali orang yang hanya mengandalkan tenaga, bahkan tanpa pendidikan yang cukup, bekerja keras demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Semangat mereka luar biasa.
Lalu masa sulit datang. Selama 2 sampai 3 bulan, saya dan para tukang tidak menerima gaji. Perusahaan baru bisa menggaji karyawan dan tukang setelah menerima pembayaran dari owner proyek. Setiap pekan kami dijanjikan gajian pekan depan atau bulan depan, sampai tanpa terasa berbulan-bulan berlalu.
Untuk pulang pun kami tidak punya uang. Mess kami jauh sekali dari kota, berjam-jam perjalanan, dan hanya bisa dicapai dengan speedboat.
Malam yang Mengubah Segalanya
Suatu malam, seorang tukang ditelepon istrinya. Istrinya baru saja melahirkan, tetapi ia tidak bisa mendampingi karena bekerja jauh dan tidak punya uang. Tanpa sengaja saya mendengar istrinya menangis sangat pilu. Ia bingung mau makan apa, karena suaminya sudah lama tidak mengirim uang. Ia sudah mencoba berutang di warung, tapi orang warung pun tidak mau lagi memberi utang karena utangnya sudah menumpuk berbulan-bulan.
Saya meneteskan air mata mendengarnya. Saat itu uang saya tinggal sedikit, dan hampir seluruhnya saya pinjamkan kepada tukang tersebut, meski ia tidak pernah meminta.
“Kalau Begini, Saya Juga Bisa Buat Perusahaan Sendiri”
Kezaliman bos tempat kami bekerja membuat saya berontak. Saya mengundurkan diri, tanpa peduli apakah gaji saya nanti akan dibayar atau tidak. Dengan marah saya berkata, “Kalau begini, saya juga bisa buat perusahaan sendiri.”
Ucapan itu ternyata menjadi awal. Saya mulai merintis usaha renovasi rumah kecil-kecilan dan memberinya nama Bangun Berkah Properti. Harapan saya, saya bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun keberkahan.
Prinsip Kontraktor Amanah yang Kami Pegang Sejak Hari Pertama
- Transparan dan akadnya jelas. Kesepakatan dan RAB terbuka sejak awal.
- Menghindari korupsi. Tidak mengganti atau mengurangi material dari yang disepakati.
- Tidak menahan hak pekerja. Pengalaman di mess itu tidak boleh terulang di perusahaan kami.
- Berbagi keberkahan. Sebagian keuntungan disalurkan kepada mustahik, yaitu orang-orang yang berhak menerima zakat, serta untuk kebaikan di jalan Allah.
Alhamdulillah, Allah Meridai
Usaha kecil itu terus tumbuh. Pada tahun ketiga berdirinya, Bangun Berkah Properti resmi menjadi PT. Alhamdulillah, sampai sekarang BBP terus berkembang dan membawa kebermanfaatan, terutama bagi para mustahik dan para jihad fiisabilillah.
Harapan saya, Bangun Berkah Properti terus memegang teguh komitmen ini dan terus berkembang menjadi perusahaan yang menjunjung tinggi agama.
Ingin tahu lebih jauh tentang visi dan misi kami? Baca halaman Tentang Kami.
Tanya Jawab Seputar Bangun Berkah Properti
Siapa pendiri Bangun Berkah Properti?
Bangun Berkah Properti didirikan oleh Ade Wijaya, sarjana teknik sipil yang sebelumnya bekerja di BUMN, konsultan proyek pemerintahan, dan kontraktor swasta.
Apa saja layanan Bangun Berkah Properti?
Kami melayani desain rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah, dan custom interior di Palembang. Semua pekerjaan ditangani oleh tim BBP sendiri.
Apa yang membuat BBP disebut kontraktor amanah?
Akad dan RAB disepakati secara terbuka sejak awal, material tidak diganti atau dikurangi dari yang disepakati, hak pekerja dibayar tanpa ditunda, dan sebagian keuntungan disalurkan kepada mustahik.
Di mana kantor Bangun Berkah Properti?
Kantor kami berada di Jl. Siaran Lorong Amal No. J9, Sako, Palembang, Sumatera Selatan.
Bangun Rumah dengan Kontraktor Amanah di Palembang
Sedang merencanakan bangun rumah baru, renovasi rumah, atau custom interior di Palembang? Lihat dulu hasil proyek yang sudah kami selesaikan, lalu konsultasikan rencana Anda bersama tim Bangun Berkah Properti lewat halaman kontak atau WhatsApp di bawah ini.
WA Admin 1: 0851-6882-0995
WA Admin 2: 0851-6882-1005
Kantor: Jl. Siaran Lorong Amal No. J9, Sako, Palembang