Dalam perencanaan pembangunan rumah sakit haruslah dirancang dengan sangat baik dan benar. Karena akan digunakan oleh ribuan orang yang akan berkunjung. Ketahanan terhadap bangunannya adalah indikator prioritas yang harus didahulukan.
Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan yaitu :
~ Prinsip umum
1. Memberikan perlindungan kepada pasien menjadi prioritas utama
Banyaknya lalu lintas tentu membuat pasien terganggu, terlebih dengan mengurangi efisiensi layanan terhadap pasien akan terkena infeksi meningkat. Terutama untuk pasien bedah, kebersihan perlu dijaga. Untuk memaksimalkan layanan pada pasien, jaminan terbebas dari serangan infeksi merupakan hal terpenting untuk dipenuhi.
2. Membuat sependek mungkin jalur lalu lintas
Pembuatan jalur tersebut sangat bermanfaat, selain menjaga Rumah Sakit agar tetap bersih. Adanya jalur ini mampu mengamankan langkah setiap orang baik itu petugas, pasien, perawat, dan lainnya. Rumah Sakit merupakan tempat di mana orang-orang mengerjakan sesuatu dengan cepat sebab jiwa pasien bergantung dengan hal itu.
3. Memisahkan aktivitas yang berbeda
Pemisahan ini dilakukan agar tidak tercampur antara yang satu dan lainnya seperti, memisahkan pekerjaan kotor dan bersih, perbedaan tipe pasien misalkan pasien rawat jalan dengan rawat inap atau sakit serius dan lainnya.
4. Hal ini perlu kontrol aktivitas petugas pada pasien serta aktivitas pengunjung
Supaya kegiatan petugas dengan pasien tidak mengalami gangguan. peletakan Pos perawat seharusnya memudahkan perawat memonitor pasien serta membantunya, pengunjung yang keluar dan masuk unit, dan menolong pasien yang tengah berlatih di koridor pasien. Adapun bayi yang baru lahir dilindungi dari bakteri, apalagi pencurian ataupun penculikan kamar. Tak lupa kamar bedah dan ICU, tempat seperti itu harus dijaga kebersihannya dari segala infeksi.
~ Prinsip khusus
- Masuknya cahaya dan sirkulasi udara adalah bagian terpenting dalam bangunan Rumah Sakit. Terutama pada Rumah Sakit yang tidak memiliki AC atau air conditioning.
- Untuk mencegah masuknya binatang terbang seperti nyamuk sebaiknya jendela dipasang kawat kasa. Di semua bagian di area RSB. Karenanya butuh perencanaan matang seputar konstruksi.
- Minimal RSB memiliki 3 akses berupa pintu masuk, terdiri atas pintu ke area layanan servis, pintu masuk utama, dan pintu masuk ke Unit Gawat Darurat.
- Pada bagian pintu service sebaiknya dekat atau mudah diakses ke dapur dan juga ke tempat penyimpanan persediaan atau gudang yang menampung barang-barang, serta berdekat dengan life service. Bordes dan timbangan di area. Demi kebaikan psikologis, akses menuju kamar mayat lebih baik terjaga dari pandangan pasien dan pengunjung.
- Jalur lalu lintas antara pasien dengan petugas Rumah Sakit mesti direncanakan sedekat dan seefisien mungkin.
- Lorong atau Koridor pasien dan koridor umum baiknya publik dipisah serta petugas medik, Hal ini dimaksudkan akan mengurangi waktu kemacetan. Material, bahan-bahan, dan pembuangan sampah. Ke semua hal itu baiknya tidak memotong pergerakan maupun jalur orang. Rumah Sakit butuh desain di mana pasien, petugas, dan pengunjung mudah meninjau ketika berada di dalam gedung.
- Untuk alur pasien yang rawat jalan dan yang ingin ke radiologi, laboratorium, farmasi, terapi khusus ataupun ke tempat layanan medis lainnya, tidak perlu melewati area pasien rawat inap.
- sementara untuk alur pasien rawat inap kalau ingin ke radiologi, laboratorium, serta ke bagian lain, pasien harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Untuk jasa Renovasi, Pembangunan, Design 3 D dan Interior bisa langsung kunjungi website Bangun Berkah Properti atau bisa hubungi ke no Wa / Telp :
https://wa.me/qr/BSEB4VARD5JJK1. ( Admin )